Bunga untuk Ibuku | 43, Cerbung Tien Kumalasari

BUNGA UNTUK IBUKU 43 (Tien Kumalasari) Nilam cemberut ketika kakaknya memelototinya. Bukannya berhenti, ia melanjutkan pertanyaannya kepada sang ayah. “Benarkah Bapak jatuh cinta?” Raharjo tertawa. “Mengapa kamu mengira demikian?” “Bapak mau mampir ke toko bunga, ingin memberikannya kepada seseorang bukan? Dan seseorang itu pasti sangat berarti bagi Bapak. Ya kan? Hayoo, ngaku.” Raharjo tertawa semakin…
https://ouo.io/x6tkhy

Leave a Reply

Create your own website, free on WordPress.com.Create your own website.
Start free