Bunga untuk Ibuku | 15, Cerbung Tien Kumalasari

Kejora Pagi BUNGA UNTUK IBUKU 15(Tien Kumalasari) Entah mengapa pula, melihat ayahnya pergi, hati Wijan serasa tercekat. Barangkali karena saat pamitan, sang ayah menitikkan air mata, dan memeluknya erat. Sang ayah sudah sering keluar kota, tapi tak pernah bersikap seperti itu. Barangkali karena perginya agak lama, pakai menginap segala, atau entahlah. Wijan sendiri tak tahu… Read More Bunga untuk Ibuku | 15, Cerbung Tien Kumalasari
https://ouo.io/g6tgGR

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started